Rabu, 30 Maret 2016

laporan observasi matematika

Laporan hasil obsevasi tentang konsep dasar matematika di Sekokah Dasar                       
Description: logo-uksw-13.jpg
Disusun oleh
Ely permono      292014082


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2015
Daftar isi





Bab 1

Latar belakang


Materi pelajaran matematika mulai diberikan di sekolah dasar merupakan hal yang sangat tepat, mengingat matematika telah terbukti sangat bermanfaat bagi peserta didik baik dalam mempelajari pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu disadari bahwa matematika bagi sebagian besar peserta didik merupakan pelajaran yang sangat sulit sehingga seringkali kita temui peserta didik yang tidak menyenangi pelajaran matematika. Sebagai guru tentunya bertugas untuk mengantisipasi agar keadaan seperti itu tidak terjadi. Jika keadaan seperti itu telah terjadi, maka guru bertugas untuk segera mengatasinya. Jika peserta didik tidak menyenangi matematika, mungkin salah satu penyebabnya adalah guru membelajarkan peserta didik hanya dengan menggunakan satu cara yang kebetulan cara itu tidak cocok untuk peserta didik tersebut
.
Dalam kegiatan observasi ini  saya mengamati proses pembelajaran matematika untuk kelas 4 sekolah dasar. Disekolah yang saya lakukan observasi yaitu SD N 1 WONODOYO saya menemukan beberapa kesulitan masalah yang dialami oleh siswa dalam pelajaran matematika khususnya pada kompetensi dasar bangun datar. Masalah yang sering dialami oleh siswa seperti, siswa masih bingung dalam membedakan antara bangun yang hampir mirip bentuknya antara lain persegi, persegi panjang dan jajar genjang, siswa juga masih ada yang bingung dalam membedakan antara luas dan keliling, juga siswa belum bisa untuk mengahafalkan rumus – rumus secara luar kepala dan juga yang paling dominan adalah siswa bingung menghitung luas dan keliling bangun campuran. Disini guru cenderung menjelaskan materi dengan metode yang sederhana tanpa menggunakan metode yang lain dan lebih menyenangkan bagi peserta didik supaya pelajaran yang diberikan bisa lebih bisa dimengerti oleh peserta didik.

Bab 2

PEMECAHAN MASALAH


Dalam proses belajar mengajar tingkat sekolah dasar disini guru hanya mengajarkan matematika Cuma sebatas pengetian materi sebagai awalan juga Cuma sebatas mengerti intinya. Dalam arti inti hanyalah bentuk bangun, rumus, dan konsep sederhana mengenai bangun tersebut tanpa diajari ciri – ciri, sifat – sifat, dan cara menemukan rumus tersebut.
            Selain itu juga guru dalam proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah saja. Pemebelajaran matematika harusnya tidak menggunkan metode ceramah, karena matematika ilmu pasti yang tidak bisa dijelaskan secara singkat, harus menggunakan metode pembelajaran yang lebih mengasikan bagi peserta didik sehingga peserta didik bisa semangat mengikuti pelajaran matematika yang selama ini dianggap pelajaran yang sulit dan  memusingkan bagi sebagian siswa di sekolah dasar.
            Untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pelajaran matematika ini harusnya guru mengajarkan kepada siswa mulai dari yang paling mendasar sampai siswa itu mengerti betul, guru juga bisa mengajarkan sambil membawa contoh benda kongkrit supaya siswa bisa mengerti dan bisa membedakan bentuk bangun datar tersebut, hal ini juga akan lebih membuat niat  belajar belajar siswa jadi lebih giat, karena dengan cara seperti ini siswa bisa menagamati secara langsung apa yang diajarkan oleh guru dikelas. Selain mengamati langsung juga guru harus menjelaskan itu akan lebih efektif untuk memperdalam pengetahuan siswa, karena karakteristik siswa dalam belajar itu berbeda, ada yang langsung mengerti saat dijelaskan ada juga yang harus menggunakan contoh nyata dari pelajaran tersebut.
            Selain metode dengan benda kongkrit tadi, guru juga bisa menggunakan metode jingsaw. Metode jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran model kooperatif yang memiliki kesamaan dengan “pertukaran antar kelompok” tetapi menuntut tanggung jawab besar dari siswa dalam pembelajaran.metode ini lebih akan mengasah kemampuan berfikir siswa secara menyeluruh. Juga metode ini akan mengajarkan siswa untuk melatih keberanian untuk ngomong didepan teman sekelasnya. Metode jingsaw juga akan melatih kekompakan siswa dalam kelompok tersebut juga akan mempererat kekompakan dan rasa pershabatan dalam kelas, juga untuk melihat sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh siswa dalam suatu pelajaran matematika dan juga sebagai alat guru untuk melakukan evaluasi terhadap mata pelajaran juga sebagai alat ukur untuk melihat tingkat kecerdasan siswa.
 Kelebihan metode jigsaw
Ibrahim dkk (2000) mengemukakan kelebihan dari metode jigsaw sebagai berikut.
·         Dapat mengembangkan tingkah laku kooperatif
·         Menjalin/mempererat hubungan yang lebih baik antar siswa
·         Dapat mengembangkan kemampuan akademis siswa
·         Siswa lebih banyak belajar dari teman mereka dalam belajar kooperatif dari pada guru

Selain metode jigsaw ini guru juga menggunkan puzzle dalam pelajaran ini.Menggunakan puzzle ini menuntut siswa yang aktif dalam memasangkan atau menjodohkan gambar yang tepat. Disini selain melatih psikomotorik siswa juga akan memberi manfaat lain seperti, murid jadi akan lebih gampang mengerti dari apa yang dilakukan. Juga akan melatih siswa akan berfikir lebih kritis.

Metode ini akan lebih membuat siswa aktif dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran matematika ini. Karena matode ini mengasikan bagi siswa,bila dilihat dari karakter anak sd itu masih bermain, maka tidak ada salahnya para guru menggunkan metode ini. Bermain sambil belajar akan membuat pengetahuan siswa itu bertambah dengan lebih cepat divandingkan dengan cara belajar Cuma dijelaskan oleh guru yang akan membuat siswa akan gampang bosen dan pelajaran yang diberikan tidak akan masuk dan diserap secara keseluruhan oleh siswa.

Metode pembelajaran dengan tehnik jigsaw atau pun pictuce and picture ( puzzle) adalah jalan keluar untuk mengajarkan pelajaran matematika yang selama ini dianggap sulit dan membosankan bagi anak – anak. Selain itu kita sebagai calon guru harus menemukan atau menggunakan metode yang relative baru dan belum pernah digunakan oleh para guru sebelumnya. Kita harus menghapuskan  pemahaman tentang belajar matematika yang dianggap sulit dan menjadi momok oleh para siswa. Merubah pandangan tersebut dengan metode mengajar yang lebih baru dan mengasikan bagi peserta didk sehingga minat dan niat siswa untuk belajar matematika itu berkembang dan muncul sehingga apa yang sudah kita ajarkan bisa diserap secara keseluruhan atau diserap secara maksimal oleh peserta didik.


Bab 3

Kesimpulan

               
                Pelajaran matematika yang selama ini menjadi momok bagi setiap peserta didik khususnya anak sd. Contohnya pada pembelajaran bangun ruang yang diajarkan oleh guru, disini cenderung guru hanya menjelaskan materi ini secara singkat tanpa bertanya kepda siswa bagian mana yang sulit dipahami, guru disini juga hanya menggunakan metode ceramah atau teacher centered . guru hanya berpusat pada menjelaskan materi bukan menanamkan konsep tentang bangun ruang secara mendasar. Dari cara guru menjelaskan tersebut siswa masih belum bisa memahami pelajaran yang diberikan oleh guru, belum bisa menghafal rumus – rumus yang rumit, dan siswa belum mampu menghitung bangun campuran.
            Untuk mengatasi masalah – masalah tadi, kita sebagai calon guru harus merubah paham tentang pelaran matematika itu sulit, dan kita harus merubah metode pembelajaran yang selama ini digunakan  oleh para guru yang dianggap membosankan dan membuat para siswa menjadi malas untuk belajar matematika. Untuk mengatasi rasa bosan dan mlas yang dialami oleh para siswa kita bisa menggunakan metode pendidikan yang relative baru dan menyenangkan bagi siswa. Selain pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa kita kita juga harus mengajak sisa untuk lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dikelas supaya tujuan pembelajaran bisa dicapai.
            Metode yang lebih menyenangkan kita bisa menggunakan metode seperti, jigsaw, cooperative learning, picture and picture, puzzle. Pembelajaran bukan hanya di lakuakan didalam kelas tetapi kita juga mengajak siswa belajar keluar kelas dan kita ajak siswa untuk langsung mengamati langsung seakalian kita tunjukan contoh kongkrit yang ada disekitar lingkungan sekolah.

Daftar pustaka

(SOENARJO, 2007)


LAMPIRAN
Description: C:\Users\Administrator\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\20160329_092613.jpg

 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar